Selasa Nestapa Di Desa Manis Lor
Februari 26, 2008
Pagi sepenuhnya belum beranjak, kira-kira matahari naik sejengkal dari ufuk timur, Desa Manis Lor yang berada di kaki bukit Ciremai sudah diselimuti situasi mencekam. Jalan Wisaprana –jalan utama desa– yang membujur ke arah timur-barat sepagi itu biasanya riuh dengan lalu-lalang warga yang hendak bepergian ke sawah, kali ini tampak sepi. Hanya terlihat gerombolan-gerombolan kecil warga di teras rumah mereka yang tengah membicarakan sesuatu. Entah apa persisnya yang dibicarakan, yang jelas dari wajah mereka membias kecemasan dan kekhawatiran mendalam. Pagi itu adalah selasa, 18 Desember 2007. Read the rest of this entry »
Sejenak Memahami Akar Fundamentalisme Agama
Februari 15, 2008
Fundamentalisme agama sesungguhnya bukanlah diskursus baru sama sekali dalam jagad pewacanaan kita. Ia adalah langgam lawas yang seringkali dibeber, diudar, diulas dan diperdebatkan dengan kerangka dan perspektif yang berbeda-beda. Kemunculannya pun masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa fundamentalisme adalah benih yang memang ada di setiap agama, ada pula yang bilang merupakan reaksi atas modernitas-sekularisasi yang mengagungkan subyek dan hanya menyisakan kehampaan spiritual. Yang pertama lebih bercorak doktrin religius dan teologis, sementara yang kedua lebih bersifat politis. Read the rest of this entry »
Luruhnya Demokrasi, Bangkrutnya Legitimasi
Februari 14, 2008
Diskursus golput menggema lagi. Menandai akan ada “Pesta Demokrasi” —meminjam istilahnya Sabam Sirait untuk menyebut pemilihan umum—, tepatnya 2004 nanti. Mulai dari penggede negara sampai kawula alit pun turut serta memberi makna tentang golput.
Panasnya perbincangan golput dewasa ini paling tidak diawali sejak pembahasan RUU Pemilihan Umum, yang sekarang sudah menjadi UU. Sebab di pasal 139 tersebut mengatur dan mengancam hukuman serta denda bagi para penganjur golput. Berbagai tanggapan atas pasal karet ini pun kemudian meluap, mulai dari penunjukan adanya kebangkrutan legetimasi partai politik di mata masyarakat sampai pada indikasi kemunduran proses transisi demokrasi yang sedang dibangun bangsa ini. Read the rest of this entry »