<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Mengencangkan Tali Multikultural Melalui Gerakan Persma</title>
	<atom:link href="http://pinggirmalam.wordpress.com/2009/05/28/mengencangkan-tali-multikultural-melalui-gerakan-persma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pinggirmalam.wordpress.com/2009/05/28/mengencangkan-tali-multikultural-melalui-gerakan-persma/</link>
	<description>Jangan Pernah Ada Kata Takut</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2009 18:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Asyiro</title>
		<link>http://pinggirmalam.wordpress.com/2009/05/28/mengencangkan-tali-multikultural-melalui-gerakan-persma/#comment-67</link>
		<dc:creator>Asyiro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 06:10:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinggirmalam.wordpress.com/?p=149#comment-67</guid>
		<description>Era reformasi juga belum menjadi ruang kondusif bagi harmonisasi kehidupan kelompok-kelompok masyarakat, utamanya kelompok agama dan keyakinan. Berbagai ketegangan yang tak jarang berujung pada konflik masih kerap terjadi. Kelompok agama tertentu yang merasa paling benar dengan mudah menghakimi kelompok agama lain yang dianggap sesat. Bahkan, mereka tak segan-segan menghancurkan tempat ibadah dan fasilitas lainnya dari kelompok agama minoritas. Mungkin masih segar dalam ingatan kita bagaimana aliran Ahmadiyah dihakimi oleh massa yang mengatasnamakan agama tertentu di sejumlah daerah; gereja-gereja ditutup dengan alasan tidak memiliki izin;


Yah, saya sependapat dg penuturan anda ttg &#039;Multikulturalisme&#039; yg seharusnya ada di Negeri Tercinta (Pancasila) ini karena dg begitu akan menjadi lebih jelas &amp; tegas identitas Indonesia dimata dunia dan bangsa kita bisa semakin disegani. 

Salam Kenal. Mampir mas ke
http://jeansboeloek.multiply.com
http://carolusispryono.blokdetik.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Era reformasi juga belum menjadi ruang kondusif bagi harmonisasi kehidupan kelompok-kelompok masyarakat, utamanya kelompok agama dan keyakinan. Berbagai ketegangan yang tak jarang berujung pada konflik masih kerap terjadi. Kelompok agama tertentu yang merasa paling benar dengan mudah menghakimi kelompok agama lain yang dianggap sesat. Bahkan, mereka tak segan-segan menghancurkan tempat ibadah dan fasilitas lainnya dari kelompok agama minoritas. Mungkin masih segar dalam ingatan kita bagaimana aliran Ahmadiyah dihakimi oleh massa yang mengatasnamakan agama tertentu di sejumlah daerah; gereja-gereja ditutup dengan alasan tidak memiliki izin;</p>
<p>Yah, saya sependapat dg penuturan anda ttg &#8216;Multikulturalisme&#8217; yg seharusnya ada di Negeri Tercinta (Pancasila) ini karena dg begitu akan menjadi lebih jelas &amp; tegas identitas Indonesia dimata dunia dan bangsa kita bisa semakin disegani. </p>
<p>Salam Kenal. Mampir mas ke<br />
<a href="http://jeansboeloek.multiply.com" rel="nofollow">http://jeansboeloek.multiply.com</a><br />
<a href="http://carolusispryono.blokdetik.com" rel="nofollow">http://carolusispryono.blokdetik.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muhammad qorib</title>
		<link>http://pinggirmalam.wordpress.com/2009/05/28/mengencangkan-tali-multikultural-melalui-gerakan-persma/#comment-66</link>
		<dc:creator>muhammad qorib</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 23:31:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pinggirmalam.wordpress.com/?p=149#comment-66</guid>
		<description>Uraiannya bagus. hanya saja saya menambahkan bahwa multikulturalisme selain diartikan persamaan ras di ruang-ruang publik juga dapat kita maknakan sebagai konsep kultural dimana sesorang yang berasal dari kultur berbeda bisa hidup berdampingan, bekerja sama untuk kemanusiaan. Multikulturalisme menegasikan sikap parsial dan despotik pihak-pihak tertentu. dalam multikulturalisme kemampuan masing-masing etnik amat menentukan apakah etnik itu eksis atau tidak di masyarakat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Uraiannya bagus. hanya saja saya menambahkan bahwa multikulturalisme selain diartikan persamaan ras di ruang-ruang publik juga dapat kita maknakan sebagai konsep kultural dimana sesorang yang berasal dari kultur berbeda bisa hidup berdampingan, bekerja sama untuk kemanusiaan. Multikulturalisme menegasikan sikap parsial dan despotik pihak-pihak tertentu. dalam multikulturalisme kemampuan masing-masing etnik amat menentukan apakah etnik itu eksis atau tidak di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
